Selamat tahun ajaran baru! Tahun ini Mbak Rocker masuk Sekolah Dasar di sekolah swasta yang sudah kami pertimbangkan bersama masak-masak selama beberapa waktu lamanya. Tambahan yang tak terduga, si Racun Api mendadak mogok sekolah di sekolah lamanya sehingga kami memutuskan untuk memindahkannya ke Taman Kanak-Kanak yang satu yayasan dengan sekolah kakaknya sekarang. Tentu saja walaupun mendadak dan tanpa rencana, proses pindah sekolah ini berlangsung dengan huru-hara dan drama singkat yang puji syukur bisa teratasi tanpa perlu ikut drama di media sosial. Yang penting, tahun ajaran baru datang dan anak-anak sudah bersekolah di sekolah baru. Amin! Allahu akbar!
Bersekolah di sekolah baru ini, sungguh membuka mata saya tentang banyak hal. Terutama, tentang bagaimana rasanya menjadi minoritas. Saya lupa apakah sudah pernah bercerita, tetapi sekolah anak-anak yang sekarang menggunakan bahasa Inggris dan Mandarin sebagai pengantarnya. Tentu saja kami sudah tahu sebelumnya, dan bahkan kami memilih sekolah ini salah satunya agar anak-anak lancar berbahasa Mandarin.
Yang tidak kami antisipasi sebelumnya adalah, perasaan aneh saat akhirnya untuk pertama kali anak-anak merasakan menjadi minoritas. Beda tentu rasanya dibandingkan saat liburan seminggu ke London atau ke Hongkong ya (yang mana isi Disneyland nya juga anak Jaksel semua, by the way) tapi benar-benar jadi minoritas di kehidupan sehari-hari yang kita jalani tiap hari. Di mana semua plang ruang kelas, perpustakaan dan taman bermain tertulis dalam huruf asing dengan terjemahan bahasa Inggris di bawahnya. Di mana mars sekolah dinyanyikan dalam bahasa asing yang bukan bahasa internasional. Di mana semua lagu pengantar masuk kelas tidak dimengerti oleh si Racun Api. Dan bahkan cara bersalaman yang sopan pun berbeda.
Kadang-kadang saya mempertanyakan kembali keputusan saya memilih sekolah, kadang juga saya khawatir apakah anak-anak nanti akan diterima dalam pergaulan sekolah ataukah dikucilkan karena minoritas. Tetapi saya berusaha menepis segala kekuatiran saya sebab ini adalah kesempatan terbaik saya untuk membuat anak-anak merasakan menjadi berbeda. Sebab jika nanti dia sekolah di Singapore dan kuliah di Eropa seperti cita-cita saya dan suami, mereka juga akan mengalami perbedaan. Dan ternyata anak-anak bisa-bisa saja berteman dengan anak lainnya. Bahkan sudah mendapatkan beberapa undangan playdate dan bercerita dengan riang tentang teman-teman barunya.
Ah, memang anak-anak tetaplah anak-anak, apa pun ras dan bahasanya.
Kadang-kadang saya mempertanyakan kembali keputusan saya memilih sekolah, kadang juga saya khawatir apakah anak-anak nanti akan diterima dalam pergaulan sekolah ataukah dikucilkan karena minoritas. Tetapi saya berusaha menepis segala kekuatiran saya sebab ini adalah kesempatan terbaik saya untuk membuat anak-anak merasakan menjadi berbeda. Sebab jika nanti dia sekolah di Singapore dan kuliah di Eropa seperti cita-cita saya dan suami, mereka juga akan mengalami perbedaan. Dan ternyata anak-anak bisa-bisa saja berteman dengan anak lainnya. Bahkan sudah mendapatkan beberapa undangan playdate dan bercerita dengan riang tentang teman-teman barunya.
Ah, memang anak-anak tetaplah anak-anak, apa pun ras dan bahasanya.
Yuk Merapat Best Betting Online Hanya Di AREATOTO
ReplyDeleteDalam 1 Userid Dapat Bermain Semua Permainan
Yang Ada :
TARUHAN BOLA - LIVE CASINO - SABUNG AYAM - TOGEL ONLINE ( Tanpa Batas Invest )
Sekedar Nonton Bola ,
Jika Tidak Pasang Taruhan , Mana Seru , Pasangkan Taruhan Anda Di areatoto
Minimal Deposit Rp 20.000 Dan Withdraw Rp.50.000
Proses Deposit Dan Withdraw ( EXPRES ) Super Cepat
Anda Akan Di Layani Dengan Customer Service Yang Ramah
Website Online 24Jam/Setiap Hariny