Skip to main content

Posts

Sekolah Baru

Selamat tahun ajaran baru! Tahun ini Mbak Rocker masuk Sekolah Dasar di sekolah swasta yang sudah kami pertimbangkan bersama masak-masak selama beberapa waktu lamanya. Tambahan yang tak terduga, si Racun Api mendadak mogok sekolah di sekolah lamanya sehingga kami memutuskan untuk memindahkannya ke Taman Kanak-Kanak yang satu yayasan dengan sekolah kakaknya sekarang. Tentu saja walaupun mendadak dan tanpa rencana, proses pindah sekolah ini berlangsung dengan huru-hara dan drama singkat yang puji syukur bisa teratasi tanpa perlu ikut drama di media sosial. Yang penting, tahun ajaran baru datang dan anak-anak sudah bersekolah di sekolah baru. Amin! Allahu akbar!


Bersekolah di sekolah baru ini, sungguh membuka mata saya tentang banyak hal. Terutama, tentang bagaimana rasanya menjadi minoritas. Saya lupa apakah sudah pernah bercerita, tetapi sekolah anak-anak yang sekarang menggunakan bahasa Inggris dan Mandarin sebagai pengantarnya. Tentu saja kami sudah tahu sebelumnya, dan bahkan kami …
Recent posts

Berada di Puncak

Sekitar dua bulan yang lalu saya membaca tulisan di atas dari status WA seorang teman lama. Saya merenung lama dan  walaupun sudah lama saya mengesampingkan karir demi bisa berada di sisi anak-anak, isi tulisan tersebut membuat saya tersenyum. Kenapa? Sebab selama ini saya tidak pernah merasa 'sukses' dalam karir. Tidak pernah merasa di puncak, sebab mungkin posisi saat ini memang masih di dasar piramida. Namun membaca cara orang lain mendefinisikan 'puncak' sungguh mencerahkan. Puncak tidak selalu harus berada di pucuk pimpinan atau posisi penting lainnya. Mungkin selama saya bahagia dan merasa memiliki segalanya dalam hidup ini, saat itulah saya sudah di puncak. Mungkin puncak saya 'cuma segini', tidak ada tempat yang lebih tinggi lagi untuk didaki, dan tentu saja itu tidak apa. Mungkin, atau mungkin juga tidak. Sebagaimana manusia mendefinisikan bahagia, mungkin puncak karir juga bisa dimaknai kembali.

there are no grownups

Esai yang sangat mengesankan dari Pamela Druckerman tentang usia kepala empat. Seperti biasa esai-esai Pamela selalu jujur, menohok dan membuat kita menertawakan diri sendiri. Dalam buku ini Pamela membicarakan tentang menginjak usia empat puluh: kemudaan yang hilang, karir yang (harusnya) berada di puncak, kedewasaan, kematangan emosi, hubungan seksual (termasuk satu sesi pendek tentang threesome yang mindblowing banget membacanya!).
Membaca buku ini membuat saya makin ingin menikmati usia 30-an sebelum usia kepala empat datang tanpa terasa. Dan saya yakin saat itu akan datang lebih cepat dari yang kita duga. Cheers@

Traveling with (3) Kids

Karena frekuensi bepergian dengan membawa tiga orang anak ini sudah saya lakukan lebih dari sepuluh kali, dengan media darat laut dan udara, dan pernah saya lakukan baik sendiri maupun berdua suami, rasanya saya cukup layak dan berkualifikasi untuk membagi kisah dan mungkin tips tentang bepergian bersama tiga anak.
Traveling adalah salah satu pengisi libur favorit saya sejak sebelum bertemu Mr Defender. Dulu saya suka naik gunung dan suka membolang ke kota asing. Sejak punya anak, frekuensi traveling saya berkurang jauh. Sebaliknya, Mr Defender sebenarnya tidak terlalu suka traveling, tapi dituntut untuk sering bepergian demi urusan pekerjaan. 
Sejak punya anak, kami melakukan perjalanan besar atau jarak jauh 2-3 kali setahun. Sisanya perjalanan pendek ke kota-kota di sekitar yang bisa ditempuh kurang dari empat jam dengan kapal atau kurang dari dua jam dengan pesawat. Karena seringnya Mr Defender dinas keluar kota, seringkali pilihan traveling yang paling memungkinkan bagi kami adal…

Cultivating Myself

I want to cultivate myself the same way I cultivate my plant. With love, that is.
Taking care of myself. Inside and out. Grooming myself. Taking time for myself. Loving myself. Putting myself first, sometimes. Not because I care less about those I loved, but because I too need to be loved and taken care by myself. Especially by myself.
I'd love to say to myself, I love you and I want to really mean it. I'm done looking at the mirror with hatred. Or crying with no reason in the middle of the night, suffocating because I no longer know how I am. I'm done feeling guilty just because I carved time for myself.
I want to reknow myself. To find myself and fall in love with her once again. To see her smile again. Hear her laugh again. To see her stand tall. Alive.