10 July 2016

Lentera Jiwa

Suatu hari, saya menemukan video Nugie ini di Youtube.


Lagu ini sudah lama merupakan lagu favorit saya, namun untuk alasan yang sama sekali berbeda dengan kisah yang ditayangkan di video klipnya. Saya hampir menangis melihat video klipnya, sungguh ini video klip yang bagus dan bisa menyampaikan makna lagu yang tidak akan dimengerti dengan baik tanpa menyaksikan videonya. OMG, this is brilliant!

Sudahkah kamu menemukan lentera jiwamu? Saya belum :P namun Nugie membuat saya percaya tidak ada kata terlambat atau terlalu cepat jika suatu hari nanti saya menemukannya.




09 July 2016

Perdebatan-Perdebatan Kecil

Saya dan Mr Defender sangat menyukai percakapan mendalam tentang hal-hal sepele dan kejadian sehari-hari. Hal yang remeh untuk dilakukan, namun menurut kami itu membuat kami lebih kokoh sebagai pasangan dan selalu menemukan hal-hal baru tentang satu sama lain. Silly little things that we are :D


Nah, ini rangkuman hal-hal yang kami perdebatkan minggu ini (seperti yang saya bilang, kami punya sudut pandang yang berbeda dalam banyak hal). Beberapa serius, namun lebih banyak remeh. Come, laugh with us (or laugh at us!):

08 July 2016

(Lemari Pakaian) Minimalis

Saat ini, saya sedang belajar untuk hidup minimalis. Saya terinspirasi oleh Leo Babauta, Courtney Carver, Joshua Becker dan para minimalista lainnya, yang mampu menikmati hidup sebagaimana adanya dan menemukan kedamaian, hikmat, serta hidup yang penuh makna di tengah dunia yang makin sibuk, asing, dan penuh tuntutan.

Belum lama ini, saya sempat merasakan kekosongan besar di dalam hidup. Padahal, di permukaan, saya memiliki segalanya: tubuh yang sehat, raga yang sempurna, suami yang mendukung dan mencintai saya, anak-anak yang sehat dan lucu, pekerjaan yang memberikan saya cukup uang untuk menjalani gaya hidup yang saya mau, keluarga, rumah yang layak, dan seterusnya dan seterusnya. Dan menyadari bahwa saya merasa kosong bahkan dengan seluruh berkah yang diberikan pada saya membuat saya merasa bahkan lebih buruk lagi.

Perasaan saya saat itu mirip sekali dengan beberapa tahun lalu saat saya merasakan kehampaan spiritual yang pada akhirnya menuntun saya untuk mempertanyakan banyak hal dan menjadi sebuah titik balik besar dalam perjalanan spiritual dan perjalanan hidup saya. Maka sekarang pun, saya menyambut dengan terbuka kesempatan untuk menemukan makna lain dalam hidup dan mengubah perasaan kosong ini menjadi rasa syukur.

Hal yang pertama saya lakukan, 'merapikan' hidup saya mulai dari hal yang terkecil: lemari pakaian saya. Seperti yang sudah pasti diketahui orang-orang terdekat saya, lemari saya selalu penuh. Kenapa? Karena saya merawat pakaian saya dengan baik sehingga jarang sekali pakaian saya rusak. Tapi tentu saja seperti banyak perempuan lain di luar sana, saya terus menambahkan barang-barang baru ke dalamnya, setiap kali ada diskon :D dan akhirnya baju, sepatu, tas saya bertumpuk.