Skip to main content

Pindahan

Saat ini kami sekeluarga sedang sibuk berkemas mempersiapkan kepindahan kami ke seberang samudra... Barang yang kami bawa sebenarnya cuma pakaian dan buku serta sedikit barang anak-anak. Perabotan dan barang elektronik sebagian besar kami tinggalkan untuk teman yang akan menyewa rumah kami, sebagian lagi kami berikan kepada teman lain untuk kenangan. Ibu dan bapak saya sempat datang dari Jogja untuk menengok anak-anak dan membantu persiapan pindahan. Sebagian besar barang yang mau dibawa sudah kami kirimkan, sisanya akan kami bagasikan nanti sambil kami berangkat.

Segala kericuhan saat kami pertama kali tahu akan pindah sudah beres. Kami sudah mendapatkan tempat tinggal di sana, kontrak rumah sudah dibayar, dan agen penyalur babysitter juga sudah mengabari kalau dia berhasil mendapatkan pengasuh anak yang mau ikut dengan kami, walau dengan gaji agak mahal. Ah, biarlah, pikir saya, yang penting ada dulu. 

Jadi kami menikmati hari-hari terakhir di kota ini sambil mengurus segala sesuatu yang perlu disiapkan: akta kelahiran si Racun Api, anak kedua saya, surat dokter anak untuk Mbak Rocker dan adiknya, berkas-berkas dari kantor dan sebagainya... Tak terasa sudah cukup lama di rumah ini, tiba juga saatnya untuk pindah. Walaupun banyak kegalauan dan ketidakpastian yang menunggu di depan, namun semoga semuanya nanti beres pada waktunya, amiiin...

Comments

Popular posts from this blog

Lekas Sembuh, Bumiku

Ada banyak hal yang memenuhi pikiran setiap orang saat ini, yang sebagian besarnya mungkin ketakutan. Akan virus, akan perekonomian yang terjun bebas, akan harga saham, akan  ketidakpastian akankah besok masih punya pekerjaan. Ada banyak kekuatiran, juga harapan. Ada jutaan perasaan yang sebagian besarnya tak bisa diungkapkan. Tanpa melupakan bahwa kita tak hanya cukup merasa prihatin namun harus mengulurkan tangan kepada mereka yang membutuhkan, marilah kita mensyukuri apa yang masih kita miliki. Setiap detik kehidupan yang masih diberikan kepada kita, atap untuk berteduh, rumah tempat kita bernaung, makanan, udara yang segar, dan keluarga tercinta yang sehat.

Tahun untuk Berjuang

Saya tidak bermaksud membuat blog ini menjadi kumpulan essay galau, apalagi di awal tahun dan awal dekade yang semestinya disambut dengan penuh semangat. Tapi mungkin tahun ini memang saya mengalami krisis usia 30-an. Mungkin juga usia 30 adalah usia mendewasa yang sebenarnya sehingga banyak hal yang mendadak tersangkut di pikiran. Dan mungkin juga tahun ini memang dibuka dengan berbagai duka yang belum selesai dari tahun lalu. Seorang kerabat dekat yang sangat saya sayangi divonis dengan penyakit yang cukup serius tahun lalu, dan tahun ini kami semua berjuang untuk kesembuhannya. Sangat sulit untuk tetap berpikiran positif di saat ketidakpastian yang mencekam ada di depan mata. Selain satu hal ini, ada beberapa hal lain dalam hidup kami yang sedang tidak beres, seakan semesta kami mulai runtuh sedikit-sedikit, dan jiwa saya lumat perlahan-lahan di dalam pusaran masalah yang tak henti. Saya berkali-kali mencoba mengingatkan diri bahwa saya harus tetap berusaha untuk tid...

Bertambah Satu Tahun Usiamu, Bahagialah Kamu...

Sejak usia saya mendekati 30 tahun, menjelang saat berulang tahun selalu menjadi momen untuk menengok target yang selalu rajin saya tulis setiap tahun sejak awal usia 20an. Ingin mencapai ini dan itu, ingin begini begitu. Setiap mau ulang tahun saya juga melihat kembali target jangka panjang saya setiap dekade: before 30, before 40 dan seterusnya. Meskipun target before 40 saya baru saya susun tiga tahun lalu menjelang pergantian usia kepala tiga, tahun ini saya menatapnya kembali dan banyak hal di dalamnya yang sudah tidak terlalu relevan. Banyak hal dalam daftar itu yang tidak lagi saya inginkan. Ada beberapa yang ketika itu nampak besar dan penting namun sekarang tidak lagi. Alangkah anehnya hidup, waktu yang tiga tahun saja bisa mengubah sedemikian banyak hal. Hidup memang selalu berubah dan selalu mengalir. Banyak hal yang tidak kita rencanakan dan tidak kita antisipasi. Semesta menyiapkan kejutan di setiap tikungan jalan dan kita hanya bisa menerimanya sebaik mungk...