Skip to main content

Posts

Menutup Tahun Ini

Tahun ini, aku banyak belajar, di tempat magang, dengan teman-teman dan dengan sebuah hubungan. Aku jadi memahami banyak hal yang nggak ada di bangku sekolah. Aku belajar bahwa prioritas aku adalah keluarga. Aku belajar mencintai diriku. Aku belajar untuk stand up for myself. Aku belajar bahwa sahabatku menyayangi aku. Aku menemukan sahabat sejati. Aku belajar bahwa aku harus berusaha keras, karena nggak akan ada orang lain yang menetukan masa depan selain aku sendiri. Aku belajar untuk membuat prioritas hidup. Aku belajar untuk nggak lama-lama terpaku dalam sedih. Aku belajar banyak hal tahun ini. Aku bahkan terbang ke Pulau Nias dan melihat lompat batu. Aku belajar untuk bangkit. Aku belajar memaafkan diri dan belajar dari kesalahanku. Aku belajar mengikhlaskan. Aku siap menghadapi hari dan tahun yang baru, belajar hal baru, mengenal orang baru, dan merajut kisah hidup yang baru.

Karma is A Bitch

Baiklah. Setelah tahap menangis usai, setelah dihibur abis-abisan oleh Mr Ngocol dengan road trip keliling Kalimantan dan dimarahi setengah digampar oleh Mr Cajoon (tamparan sakit yang perlu agar aku tetap waras), akhirnya bisa bernafas lega juga. Jujur saja sebulan ke belakang tidur pun isinya mimpi buruk. Sakit, W, did you know that Mr Ladykiller??? And I hate to see that you're fine. But of course you'll be fine. I meant nothing to you. Oh how I hate you. But now I'm fine. I'm glad I didn't do something stupid. Well maybe I did but I'm now fine. I got it. You don't love me. You never did. Dan setelah semua tahap itu selesai, aku sadar kenapa semua ini harus terjadi. Semua ini karma belaka. Semua ini karena aku memang perlu menangis sedalam-dalamnya setelah perpisahan dengan Mr Backpack. Semua ini terjadi karena tidak seharusnya aku berduka atas perpisahan kami dengan langsung menemukan orang lain. I should give myself time. And space. To be alone...

Flashback...

Ada banyak yang terjadi. Tahun ini, aku patah hati berkali-kali.  Aku ingat saat aku merasa sangat rapuh, Mr Cajoon sahabatku juga sedang terguncang, lalu kami berdua tiba-tiba memutuskan pergi ke Puncak padahal besoknya ujian. Kami naik kopaja ke Kampung Rambutan, terus kami ngobrol panjang di kopaja tentang banyak hal, tentang apa saja tapi nggak membahas masalah patah hatinya atau kegalauanku. Lalu kami berdua naik bis ke Puncak, dan di dalam bis juga kami masih bahas banyak hal dari politik sampai agama... Kami berhenti di Masjid At taawun, air di sana sejuk banget kayak air terjun di gunung, kami ngobrol lagi, aku smsan dengan Mr Backpack, Mr Cajoon cerita tentang gadisnya... Lalu kami berdua hiking sedikit, dan akhirnya melihat paralayang, beberapa jam... Cuaca bagus banget, kami berdua duduk santai di rumput, terus makan di warung yang dekat di situ, makan pop mi, makan gorengan, minum kopi... Entah sudah berapa banyak kami bicara hari itu. AKu bercerita tentang kelu...

Sebulan Ini

Banyak banget yang berubah. Aku pindah kota, mulai kerja magang sementara, putus dari sebuah hubungan yang aku pikir bakal serius... I had a massive broken heart!  Tapi kalau dipikir lagi, sebenarnya aku juga sudah tahu ini hubungan yang nggak bakal ke mana-mana, I don't really love him, I'm not into him... cuma kenapa ya... mungkin aku capek menunggu seseorang yang selama ini aku harapkan tapi selalu on off, dia selalu baik tapi juga seperti nggak mau aku terlalu berharap dari hubungan kami... Ah aku sedih... Untunglah ada sahabat-sahabatku yang menemani di saat sedang terpukul banget, mulai dari Mr Hulk yang bantu packing semua sisa barangku yang ada di kosannya, Mr Mountainbike yang nganterin aku ke bandara, sampai Mr Funny yang ngajakin aku road trip keliling Kalimantan, to heal my broken heart. Terus aku juga banyak cerita sama Mr Cajoon yang sudah ada di Surabaya, dia juga lagi mengalami hal berat sama pacarnya. So sorry to hear that, Bro... Kok bisaan ya di saat ...