Skip to main content

Posts

Tarakan

Kami tiba di pulau kecil di perbatasan utara Indonesia ini seminggu yang lalu, dan walaupun kami berdua sudah cukup mengenalnya sebelum ini, tetap saja kami membutuhkan banyak penyesuaian. Hari-hari pertama kami tiba di sini diisi dengan mempersiapkan tempat tinggal dan mencari daycare untuk Mbak Rocker. Kami menemukan beberapa tempat dan Mr Defender memutuskan salah satunya akan menjadi tempat belajar baru Mbak Rocker. Tempat tinggal kami berjarak sepuluh menit jalan kaki dari kantor, dan walaupun rumah ini tidak seratus persen sesuai dengan selera dan kebutuhan kami, saya merasa tenang bahwa setidaknya kami punya tempat bernaung selama setahun ke depan. Mr Defender sudah mulai bekerja sementara saya masih punya dua bulan ke depan cuti melahirkan untuk dinikmati bersama Mbak Rocker dan si Racun Api. Saya dan Mr Defender memiliki banyak sekali harapan baik untuk keluarga kecil kami di pulau ini. Keputusan kami untuk pindah sebagian besar didasari keinginan membesarkan anak di ...

Pindahan

Saat ini kami sekeluarga sedang sibuk berkemas mempersiapkan kepindahan kami ke seberang samudra... Barang yang kami bawa sebenarnya cuma pakaian dan buku serta sedikit barang anak-anak. Perabotan dan barang elektronik sebagian besar kami tinggalkan untuk teman yang akan menyewa rumah kami, sebagian lagi kami berikan kepada teman lain untuk kenangan. Ibu dan bapak saya sempat datang dari Jogja untuk menengok anak-anak dan membantu persiapan pindahan. Sebagian besar barang yang mau dibawa sudah kami kirimkan, sisanya akan kami bagasikan nanti sambil kami berangkat. Segala kericuhan saat kami pertama kali tahu akan pindah sudah beres. Kami sudah mendapatkan tempat tinggal di sana, kontrak rumah sudah dibayar, dan agen penyalur babysitter juga sudah mengabari kalau dia berhasil mendapatkan pengasuh anak yang mau ikut dengan kami, walau dengan gaji agak mahal. Ah, biarlah, pikir saya, yang penting ada dulu.  Jadi kami menikmati hari-hari terakhir di kota ini sambil mengurus se...

Lahiran, Plus Batita

Puji syukur, anak kedua kami sudah lahir. Sama seperti kelahiran Mbak Rocker dulu,  kali ini kami juga tidak mendatangkan bala bantuan keluarga. Dan sudah ada Mbak Rocker si batita kecil, pastinya persiapannya berbeda ya dengan proses lahiran Mbak Rocker dulu. Karena ini kelahiran cesar yang direncanakan, kami lebih siap dibandingkan waktu operasi Mbak Rocker dulu. Kami sudah dipilihkan hari dan jam. Seminggu sebelum hari lahiran saya dan Mr Defender menyiapkan rumah, laundry baju, mempersiapkan barang-barang kebutuhan si bayi, packing tas rumah sakit untuk tiga orang, membersihkan rumah biar nggak kayak kapal pecah pas ditinggal opname. Kami juga nyetok makanan beku d kulkas, saya sih bikin ayam bacem siap goreng, bikin nugget ayam cincang, bumbu balado, puding sampai lumpia siap goreng, bahkan saya siapkan makanan siap masak kayak sarden dan kornet juga buat Mr Defender. Kami juga nyetok buah dan sayuran yang nggak mudah layu kayak labu, wortel, jagung. Tujuannya biar nanti...

Kejutan

Bulan ini penuh dengan kejutan. Pertama, operasi kelahiran anak kedua saya yang seharusnya bulan depan, karena alasan medis dijadwalkan dipercepat menjadi minggu depan! Oh la la! Saya sebenarnya senang sekali bisa lekas bertemu dengan si kecil, namun tak urung terselip juga sedikit kecemasan. Mudah-mudahan semuanya lancar, ya. Segala persiapan pun kami lakukan mulai dari sekarang: menyiapkan makanan beku untuk nanti sepulang dari rumah sakit, beres-beres rumah dan cuci baju bayi, sampai mengurus segala surat dan berkas asuransi. Selain packing tas rumah sakit tentunya, hehehe... Lalu kami mendapat kejutan selanjutnya. Suami dan saya dipindahtugaskan ke kantor baru. Sebenarnya kami sudah tahu bahwa kami akan pindah, namun tidak menyangka akan secapat ini, dan pas sebelum kelahiran anak kedua. Untuk beberapa saat kami sempat panik, tapi akhirnya mereda setelah dua hari. Apa pun yang terjadi, yang terpenting kami bisa tetap bersama sebagai keluarga. Tentu saja, bayangan harus ...

So Long Europe Days

I want to forever remember that day we didn't spend in Champ Elysees, those Chanel bags I loved and I'd love to buy someday just maybe. Those pink peonies you didn't buy me in Brussel and how we kissed dreaming about the snow. This is just like it is, you said, and you hated the famous waffels. I wanted to eat some ice creams but Amsterdam was so freezing cold and we sipped coffee instead. I wanted to go to Leiden because that's where Sultan studied and you knew how much I loved Sultan.  You said you'd love to go to Germany but I was kinda scared because I didn't speak Germany like at all and I didn't like the feeling of not being understood. But you'd love all the museums and paintings and so called art, you insisted and I hummed just like that.  The train we missed in Santa Maria Novella and all the flavors of gelatos I couldn't pick which one was my favorite. The beach and the sand will always be my favorites but I loved winters too I ...