Skip to main content

Posts

Anything Not Everything

Bulan ini saya memutuskan untuk menutup usaha katering rantangan saya. Bukan karena tidak ada pelanggan atau tidak menguntungkan, tetapi karena saya merasa tidak punya energi, waktu dan pikiran untuk terus menjalankannya. Saya sempat terperangkap dalam pola pikir I can have it all. Saya bisa menjalankan usaha katering rantangan ini, melakukan hal yang saya sukai: memasak, untuk mencari uang, sambil tetap bekerja penuh waktu, sambil merawat kedua anak saya yang masih batita dan segudang kesibukan lain yang jika saya ingat lagi, sekarang, rasanya absurd. Dan dengan semua kesibukan itu saya masih punya mimpi menulis novel, hahahaha. Sekarang, saya sudah sadar, no you can't have it all, Missy! You can have anything, but not everything. Saya bisa menjadi apa saja yang saya mau, namun jelas saya tidak akan bisa menjadi semuanya. Kemampuan saya terbatas. Waktu saya terbatas. Energi dan pikiran saya terbatas.  Karena itu saya memutuskan untuk menyayangi diri sendiri dan be...

Age is Just A Number

True, but this year will be my last 20s :D Sejujurnya saya merasa tetap berumur 23 sih, hahahaha. Tahun ini saya merayakan dengan agak fancy bersama teman-teman kantor, sebelum kemudian mendadak harus berangkat ke Jogja untuk menemani suami saya diklat. Yeay, life's so good... Balik lagi ke usia, walaupun saya bilang bahwa saya tetap merasa muda, kadang terselip juga panik di hati saat sadar usia bertambah tapi pencapaian kita segini-gini aja atau banyak target yang belum tercapai. Hayo, ngapain aja sih selama ini? Hahaha. Kalau saya sendiri sih, dari sekian banyak target yang saya pasang untuk diri saya sebelum memasuki usia kepala tiga, cuma satu yang belum tercapai, dan sepertinya juga belum akan tercapai tahun depan. Tapi minimal saya sudah menuju ke sana, jadi langkah juga terasa lebih ringan. So I think I'm gonna enjoy the last year of being twenty something.

Anak Kedua, Bebas Sebebasnya(?)

Setelah tertawa ngakak se-ngakak-ngakaknya, saya bisa seratus persen memaklumi daftar perbandingan di atas. Sejujurnya, karena si Racun Api lahir dengan jarak tidak terlalu jauh dari Mbak Rocker, saya memang sedikit kewalahan mengasuh dan merawat dua anak (walau dengan bantuan Cus). Mungkin untuk kasus si adik, jatuhnya sebagian besar acara memandikan, mengganti dan mencuci clodi yang dulu seluruhnya saya lakukan sendiri, sekarang saya bagi dua dengan cus. Mbak Rocker juga sedang memasuki usia demanding sehingga saya berusaha lebih banyak menghabiskan waktu, energi dan pikiran saya untuknya. Saya tidak ingin dia merasa tersisihkan. Akibatnya, yah, mungkin benar saya kurang total dalam merawat si Racun Api. Banyak hal yang dulu saya lakukan ketika Mbak Rocker bayi yang sekarang saya lewatkan, begitu juga sebaliknya banyak hal yang dulu tidak saya lakukan alias dipantang, sekarang ini ajdi bebas untuk dilakukan. Hahaha, nasib anak kedua. Tetapi apakah semua itu semata-mata k...

How to be Parisian Wherever You Are

Embrace your inner snob. (Because let’s face it, that’s who you are). Buku ini keren banget! Insight yang jujur banget dan penuh sarkasme tentang t he art of being quintessensially French . Tadinya saya kira buku ini sebagian besarnya adalah tentang fashion, Parisian outfit formula dan panduan gaya lainnya. Tapi ternyata tidak, buku ini lebih tentang Parisian attitude, and what makes a Parisian Parisian.  Tentang bagaimana Parisian menghadapi dunia kerja, dunia kencan yang kejam, menarik perhatian dan selanjutnya mencampakkan pria, menavigasi hidup sebagai ibu, menyelenggarakan pesta paling keren, dan bagaimana definisi keren itu sendiri di mata le Parisienne. Dan isi buku ini benar-benar fresh, bukan seperti yang kita sudah sering baca di majalah lifestyle. This is one of those books I’m happy to own, knowing I’ll come back to it time and time again when I’m feeling frumpy, exhausted from motherhood, or when I’m planning my  dinner party and don’t know what t...

Margin

Beberapa waktu yang lalu, berdasarkan beberapa reviu yang saya baca di sana sini, saya membaca buku ini . Intinya tentang margin. Apakah margin itu? Intinya, margin, baik dalam hal finansial, energi, maupun emosi, adalah 'ruang kosong' atau selisih antara kapasitas maksimal kita dengan kapasitas yang kita gunakan saat ini. Laksana koper, margin adalah ruang kosong di dalam koper yang sengaja kita sisakan untuk membawa oleh-oleh tambahan saat pulang liburan nanti. Margin adalah ruang kosong di gudang yang kita sisakan untuk menyimpan barang bekas. Margin adalah energi yang kita sisakan agar seandainya ada pekerjaan di akhir hari, kita masih sanggup. Margin adalah uang yang kita sisihkan untuk berjaga-jaga seandainya tiba-tiba kita harus ke dokter di tanggal tua.