Skip to main content

Sweetness

Beberapa hari yang lalu, melalui jendela maya, saya bercakap-cakap dengan seorang teman baik dari masa lalu. Setelah beberapa kalimat darinya yang seperti biasa, tanpa filter, saya bertanya padanya,  kira-kira seperti ini, "Kamu tetap lebih suka aku seandainya waktu itu aku tidak mengambil pilihan ini ya?"

Dan dia di seberang sana berkata, "Sekarang aku 99% suka kok. Seandainya kamu nggak memilih jalan ini, aku 100% suka. Bedanya cuma 1% aja."

Hey kamu, sebenarnya saya ingin bilang, "Aku nggak peduli kamu mikir apa tentang aku." dan sebenarnya saya memang sudah lama tidak peduli kepada apa yang orang lain pikirkan, tapi kata-katamu sungguh manis, dan saya bahkan tidak peduli sekalipun itu bohong :)

Comments

  1. It's awesome in favor of me to have a web page, which is helpful in favor of my knowledge.
    thanks admin

    Look into my website Replica Louis Vuitton

    ReplyDelete
  2. Definitely believe that which you said. Your favorite reason appeared to be on the internet the simplest thing to be aware of.
    I say to you, I definitely get irked while people consider worries that they
    plainly don't know about. You managed to hit the nail upon the top as well
    as defined out the whole thing without having side effect , people can take a signal.
    Will likely be back to get more. Thanks

    Feel free to surf to my webpage Christian Louboutin Sale

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Lekas Sembuh, Bumiku

Ada banyak hal yang memenuhi pikiran setiap orang saat ini, yang sebagian besarnya mungkin ketakutan. Akan virus, akan perekonomian yang terjun bebas, akan harga saham, akan  ketidakpastian akankah besok masih punya pekerjaan. Ada banyak kekuatiran, juga harapan. Ada jutaan perasaan yang sebagian besarnya tak bisa diungkapkan. Tanpa melupakan bahwa kita tak hanya cukup merasa prihatin namun harus mengulurkan tangan kepada mereka yang membutuhkan, marilah kita mensyukuri apa yang masih kita miliki. Setiap detik kehidupan yang masih diberikan kepada kita, atap untuk berteduh, rumah tempat kita bernaung, makanan, udara yang segar, dan keluarga tercinta yang sehat.

Tahun untuk Berjuang

Saya tidak bermaksud membuat blog ini menjadi kumpulan essay galau, apalagi di awal tahun dan awal dekade yang semestinya disambut dengan penuh semangat. Tapi mungkin tahun ini memang saya mengalami krisis usia 30-an. Mungkin juga usia 30 adalah usia mendewasa yang sebenarnya sehingga banyak hal yang mendadak tersangkut di pikiran. Dan mungkin juga tahun ini memang dibuka dengan berbagai duka yang belum selesai dari tahun lalu. Seorang kerabat dekat yang sangat saya sayangi divonis dengan penyakit yang cukup serius tahun lalu, dan tahun ini kami semua berjuang untuk kesembuhannya. Sangat sulit untuk tetap berpikiran positif di saat ketidakpastian yang mencekam ada di depan mata. Selain satu hal ini, ada beberapa hal lain dalam hidup kami yang sedang tidak beres, seakan semesta kami mulai runtuh sedikit-sedikit, dan jiwa saya lumat perlahan-lahan di dalam pusaran masalah yang tak henti. Saya berkali-kali mencoba mengingatkan diri bahwa saya harus tetap berusaha untuk tid...

Bertambah Satu Tahun Usiamu, Bahagialah Kamu...

Sejak usia saya mendekati 30 tahun, menjelang saat berulang tahun selalu menjadi momen untuk menengok target yang selalu rajin saya tulis setiap tahun sejak awal usia 20an. Ingin mencapai ini dan itu, ingin begini begitu. Setiap mau ulang tahun saya juga melihat kembali target jangka panjang saya setiap dekade: before 30, before 40 dan seterusnya. Meskipun target before 40 saya baru saya susun tiga tahun lalu menjelang pergantian usia kepala tiga, tahun ini saya menatapnya kembali dan banyak hal di dalamnya yang sudah tidak terlalu relevan. Banyak hal dalam daftar itu yang tidak lagi saya inginkan. Ada beberapa yang ketika itu nampak besar dan penting namun sekarang tidak lagi. Alangkah anehnya hidup, waktu yang tiga tahun saja bisa mengubah sedemikian banyak hal. Hidup memang selalu berubah dan selalu mengalir. Banyak hal yang tidak kita rencanakan dan tidak kita antisipasi. Semesta menyiapkan kejutan di setiap tikungan jalan dan kita hanya bisa menerimanya sebaik mungk...