Skip to main content

Posts

Arjuno Welirang

Seperti Mimi dan Mintuna. Atau Thelma dan Louise. Bukan primadona para penakluk, namun aku senantiasa menyukai kalian, entah mengapa. Dari Lawang aku berjalan, kuucapkan salam. Apakah kalian merindukanku? Masihkah kalian mengenalku? Aku yang dulu, masih muda dan lugu, menapakimu dengan kedua kaki kecilku, begitu angkuh. Aku kembali, membawa cerita dan luka, maukah kalian menyapa, jiwaku terasa renta.

On Goodbye

Did I disappoint you or let you down? Should I be feeling guilty or let the judges frown? 'Cause I saw the end before we'd begun, Yes I saw you were blinded and I knew I had won. We've been saying goodbye so many times, but I know that this very moment, it was the last. And suddenly all the ideas who seemed clear yesterday became blurry. I wasn't ready for goodbye. The zero possibility of ever holding your hand again made me devastated. I felt so hollow. Like, James Blunt kind of hollow. And you touched my hands, maybe for the last time. I will never forget you, you said, you know I won't. You touched my heart you touched my soul. You changed my life and all my goals. I'm glad we met, I said. Too sad we're not meant to be. But seriously, what is meant to be really means? Will there be a sign if someone was really meant for us? God? Maybe then I could stop wasting my time with a bunch of someone(s). I am a dreamer but when I wake, You can...

Yeay!

Akhirnya ada kepastian tentang kuliahku tahun depan. Akhir tahun ini akan kembali ke Jakarta, yey yea...senangnyaaa... Hari ini juga akhirnya selesai semua penugasan yang melelahkan 45 hari terakhir ini. Bahagia banget. Terus aku inget Mr Funny sahabat aku, keluarga di Balikpapan yang rasanya seperti rumah sendiri, trus jadi sedikit sedih... Time flies, nggak terasa sudah sebentar lagi bakal selesai kewajiban di sini, bisa kuliah lagi, bisa ketemu teman-teman lama lagi. Senang...langsung hubungin juga Miss Turquoise dan dia juga seneng banget, sayangnya Miss Clumsy nggak bisa kuliah bareng kita tahun ini, tapi biarlah. Semoga tahun depan ada rezekinya ketemu lagi. Nggak sabar pengen cepet akhir tahun!

Mentari Pagi Bromo

Di dalam jip terbuka, di antara cerita dan tawa, kugenggam tangannya. Di tengah kabut Bromo yang dingin, dan lautan pasir yang butir-butirnya menerpa mata, bisa kurasakan, dia menggenggam tanganku, perlahan dan sebentar saja. Kami tidak bertukar pandangan mata. Cokelat kemerahan nun di kejauhan. Dingin syahdu di sekitar. Suara tawa, gemeletuk gigi, sahabat-sahabat yang bertukar cerita. Pagi menjelang. Kabut dingin sebentar lagi sirna, ataukah mungkin tidak? Senyummu memudar sebagaimana kabut tipis. Libur telah usai. Kita telah usai.

Kehilangan

Minggu lalu, pakdeku meninggal. Di tengah kepanikan itu, aku entah gimana masih sempat pesan tiket pesawat ke Jakarta via Surabaya, terus akhirnya aku ketinggalan pesawat ke Jakarta, dan nginep di Surabaya sama Miss Turquoise. Sebelum itu aku dijemput sama Mr Cajoon trus kami berdua cerita banyak hal, cerita tentang patah hatinya, patah hatiku, kehidupannya, kehidupanku, dan bagaimana nanti kami berdua bakal ketemu lagi, akhir tahun ini... Mr Cajoon masih seperti dulu, namun aku tahu dia banyak memendam sedih setelah kisah cintanya yang terakhir, I wish I had something to say but I don't. Heart will heal itself. Aku banyak cerita juga sama Miss Turquoise, tentang banyak hal, tentang rencana-rencana ke depan. Hidup rasanya lewat begitu cepat, katanya. Paginya aku terbang balik, aku coba hubungi sepupuku buat ngasih penghiburan, tapi mereka nggak balas, pastinya lagi sibuk banget, nggak kebayang di sana seperti apa, pasti bapak juga terpukul karena pakde satu-satunya keluarganya...