Skip to main content

Posts

Too Much Information

Dulu jaman awal kenal sosial media yang namanya friendster, pas belum banyak yang main, rasanya itu nggak pede pasang muka dan nama sendiri. Yang dipasang nama alias plus foto kartun. Trus lama-lama friendster jadi rame, saya ikutan pasang foto narsis plus nama asli. Tapi ya sudah, gitu aja. Nggak sering bikin album atau update apa yang terlalu pribadi. Paling cuma seminggu sekali dibuka, lihat ada friend request apa nggak, ada yang kasih testi apa nggak. Hm. Jaman sekarang ya. Dengan serbuan bbm, twitter, facebook... Rasanya teman yang jauh jadi begitu dekat dalam genggaman. Malahan kita bisa mention artis atau bahkan pejabat negara di twitter dan ngobrol langsung. Ngomongin facebook. Facebook bikin kita bisa terkoneksi sama teman SMP dan SMA. Nggak seperti friendster yang orang pakai nama alay plus foto kartun, di facebook biasanya orang pakai foto dan nama asli, jadi gampang di-search. Facebook juga bikin gampang untuk sharing segala macam, mulai dari bahan ujian, informasi s...

Bergerak Lebih Dulu

I love you but it's not so easy to make you here with me I wanna touch and hold you forever But you're still in my dream And I can't stand to wait ‘till nite is coming to my life But I still have a time to break a silence When you love someone Just be brave to say that you want him to be with you When you hold your love Don't ever let it go Or you will loose your chance To make your dreams come true... Karena saya bukan gadis yang cantik apalagi populer saat masih SMP-SMA, I can totally relate to this . Naksir orang tapi malu, nggak berani ngomong apa pun, apalagi memulai percakapan yang seru. Padahal, kadang deep inside kita tahu kalau kita punya banyak kesamaan dengan 'si dia' (termajalah Gadis banget ya). Saya sih termasuk yang nggak pernah naksir cowok paling ganteng di sekolah, Mr Populer, si kapten basket atau ketua OSIS ( you know what I mean rite ). Biasanya saya suka seseorang yang menurut saya cool dan one of a kind gitu, dan biasanya saya dan si dia p...

Gloomy Days

Baru balik dari Samarinda untuk ambil data skripsi dan ketemuan sama Mr Defender... Di Jakarta hujan terus jadi suasana pun ikutan mellow, mellow-mellow galau tapi manis dan syahdu. Aku banyak menghabiskan waktu ngobrol sama Miss Turquoise, banyak juga jalan-jalan sama Mr Cajoon, sama Ms Ska dan teman-teman yang lain... Enaknya hujan begini di kamar kosan, sambil muter musik dari playlist nya Adhitya Sofyan, sambil minum coklat panas atau kopi. Atau di posko cerita seru sama anak-anak, sambil makan mi rebus pakai telur dan cabe rawit, hmmm nikmat... Atau berbaring aja di tempat tidur, telponan sama Mr Defender. Hujan itu memang bikin terkenang yang syahdu dan mendayu-dayu ya, hahahaha... Kembali lagi ke skripsi, saya masih nggak minat untuk mengerjakan lanjutannya. Toh proposal sudah disetujui dan teman-teman yang lain masih di tahap proposal jadi saya nya santai banget... menikmati bulan-bulan terkahir jadi mahasiswa lho. Pengennya sih semuanya berjalan slow tapi smooth, tahun...

Ufuk Fajar Rinjani

Pagi sebelum Senaru, di hamparan edelweis, aku merayakan bahwa aku masih mampu. Ingin aku memeluk pejuang di dalam ragaku, memberinya ucapan selamat yang paling tulus, karena dia telah berjuang, bertahan, mengalahkan batasan dan menembusnya, membuka ruang dalam dirinya yang tak kutahu ada. Di Sembalun Lawang, aku berbalik dan menatap sang dewi dengan senyum paling lebar, Aku datang lagi, Nona! Kucumbu indahmu dengan segenap jiwa. Di lamat-lamat fajar, sebelum ke Senaru, Sekali lagi aku percaya. Aku masih bisa.

Lanjalan

Sabtu ini menghabiskan hari di Cikini. Awalnya sih karena ada senior ngajakin ketemuan di TIM terus karena datang kepagian ngiderlah kami ke toko roti Tan. Jajan di situ lalu iseng foto-fotoan. Kemudian menuju tempat janjian dan karena beliau-beliau datangnya lama jadilah main-main ke IKJ, nengok Planetarium, muter-muter nyobain jajanan nggak penting sampai akhirnya mereka datang dan dimulailah rapat kecil kecilan slash temu kangen sambil makan nasi goreng abang-abang yang enak banget entah karena cuaca, tempat, kawan makan atau memang lapar luar biasa. Pulangnya karena udah malem akhirnya sekalian deh jalan kaki dari ujung ke ujung, niat hahahaha. Ada yang ngajakin ke Megaria tapi kok lelah ya kak, dan lagian ga ada duit juga. Ya udah sih cus pulang. Happy banget :)