Skip to main content

Posts

Anak Kedua, Bebas Sebebasnya(?)

Setelah tertawa ngakak se-ngakak-ngakaknya, saya bisa seratus persen memaklumi daftar perbandingan di atas. Sejujurnya, karena si Racun Api lahir dengan jarak tidak terlalu jauh dari Mbak Rocker, saya memang sedikit kewalahan mengasuh dan merawat dua anak (walau dengan bantuan Cus). Mungkin untuk kasus si adik, jatuhnya sebagian besar acara memandikan, mengganti dan mencuci clodi yang dulu seluruhnya saya lakukan sendiri, sekarang saya bagi dua dengan cus. Mbak Rocker juga sedang memasuki usia demanding sehingga saya berusaha lebih banyak menghabiskan waktu, energi dan pikiran saya untuknya. Saya tidak ingin dia merasa tersisihkan. Akibatnya, yah, mungkin benar saya kurang total dalam merawat si Racun Api. Banyak hal yang dulu saya lakukan ketika Mbak Rocker bayi yang sekarang saya lewatkan, begitu juga sebaliknya banyak hal yang dulu tidak saya lakukan alias dipantang, sekarang ini ajdi bebas untuk dilakukan. Hahaha, nasib anak kedua. Tetapi apakah semua itu semata-mata k...

How to be Parisian Wherever You Are

Embrace your inner snob. (Because let’s face it, that’s who you are). Buku ini keren banget! Insight yang jujur banget dan penuh sarkasme tentang t he art of being quintessensially French . Tadinya saya kira buku ini sebagian besarnya adalah tentang fashion, Parisian outfit formula dan panduan gaya lainnya. Tapi ternyata tidak, buku ini lebih tentang Parisian attitude, and what makes a Parisian Parisian.  Tentang bagaimana Parisian menghadapi dunia kerja, dunia kencan yang kejam, menarik perhatian dan selanjutnya mencampakkan pria, menavigasi hidup sebagai ibu, menyelenggarakan pesta paling keren, dan bagaimana definisi keren itu sendiri di mata le Parisienne. Dan isi buku ini benar-benar fresh, bukan seperti yang kita sudah sering baca di majalah lifestyle. This is one of those books I’m happy to own, knowing I’ll come back to it time and time again when I’m feeling frumpy, exhausted from motherhood, or when I’m planning my  dinner party and don’t know what t...

Margin

Beberapa waktu yang lalu, berdasarkan beberapa reviu yang saya baca di sana sini, saya membaca buku ini . Intinya tentang margin. Apakah margin itu? Intinya, margin, baik dalam hal finansial, energi, maupun emosi, adalah 'ruang kosong' atau selisih antara kapasitas maksimal kita dengan kapasitas yang kita gunakan saat ini. Laksana koper, margin adalah ruang kosong di dalam koper yang sengaja kita sisakan untuk membawa oleh-oleh tambahan saat pulang liburan nanti. Margin adalah ruang kosong di gudang yang kita sisakan untuk menyimpan barang bekas. Margin adalah energi yang kita sisakan agar seandainya ada pekerjaan di akhir hari, kita masih sanggup. Margin adalah uang yang kita sisihkan untuk berjaga-jaga seandainya tiba-tiba kita harus ke dokter di tanggal tua.

girl crush: Niluh Djelantik

Saya suka sepatu karya Niluh Djelantik sejak mengikuti forum Fashionese Daily sekitar tujuh tahun lalu. Saya selalu suka brand lokal yang punya kisah perjuangan di baliknya, seperti ND ini. Dan semakin saya mengikuti kisah keseharian ND yang dibagikannya di Instagram, semakin saya jatuh cinta bukan hanya dengan sepatu-sepatu cantik buatannya, tapi juga Mbok Niluh yang orangnya pekerja keras dan humble banget sampai masih naik motor pitung dan keliling kota naik Kopaja. Suka banget lihat keseharian Niluh yang jauh dari glamor terlepas dari profesinya, dan sikapnya yang selalu positif dan pantang putus asa. Dan hasil karyanya memang luar biasa, cintaku! Saya langsung merasa cantik sekaligus fierce ala femme fatale saat memakainya.

Resolusi 2016

Saya biasanya tidak membuat resolusi awal tahun, hehehe. Lebih senang mengalir saja mengikuti takdir (halah!). Namun tahun 2015 yang lalu, saya merasa sedikit... hmm, apa ya? Out of control? Losing my grip?  Semacam itulah. Intinya saya merasa hidup saya perlu lebih ditata di tahun 2016 ini, saya ingin lebih memiliki kontrol atas diri saya, I want to take the control back. Jadi, beberapa malam menjelang new year eve , saya sering meluangkan waktu duduk di depan agenda, merenungkan dan mencatat berbagai hal, mencoba menemukan apa yang saya lakukan dengan salah di tahun lalu dan apa yang akan saya perbaiki. So here it goes, my so called 2016 resolutions. Make my family on top of my list, whatever the situation is. Keluarga menjadi perhatian terbesar saya tahun ini, terutama karena tahun lalu saya merasa kurang memberikan waktu, tenaga dan perhatian untuk anak-anak saya . Tahun ini saya berniat menjadikan anak-anak dan suami prioritas pertama, yang artinya antara lain ad...