Skip to main content

Posts

what can I do, honey, I feel like the color blue

Saya percaya, semua orang, sekuat dan setegar apa pun kelihatannya dari luar, bahkan yang bisa menanggapi kritik pedas dengan kalimat selugas "pemahaman nenek lu" pun, punya batas. Punya saat-saat melting down , punya momen di mana dia merasa tidak berdaya dan ingin melambaikan tangan ke kamera (walaupun mungkin di luarnya tetap memasang poker face ). Dan tentu saja itu adalah hal yang manusiawi, karena kelemahanlah yang membuat manusia bertumbuh menjadi lebih kuat. Saat berada di titik terendah, semua orang tentu punya tempat melarikan diri. Beruntungnya mereka yang religius dan percaya bahwa ada kekuatan lebih besar di balik alam semesta, tentu selalu bisa melarikan diri kepada tuhannya. Mereka yang tidak dianugerahi iman sebesar itu, mungkin akan melarikan diri kepada yang lebih terasa keberadaannya: pasangan, sahabat, tali pancing atau media sosial. Walaupun media sosial sama absurdnya dengan ketuhanan. Dan saya, saya beruntung memilikinya. Sepasang tangan yang selal...

Tentang Menjadi Ibu yang Kuat

Sejak menjadi ibu, ada satu hal yang saya sadari: ibu harus menjadi sosok yang kuat. Kuat luar dalam. Secara emosi ataupun fisik.  Ibu nggak boleh sakit. Karena kalau ibu sakit (ibu bukan manusia dengan kesehatan super yang anti kuman dan anti bakteri serta virus), siapa yang akan merawat anak-anak sementara ibu beristirahat? Walaupun sakit pun, seorang ibu harus tetap memastikan anak-anaknya tetap terpenuhi kebutuhannya, tetap makan bergizi, tidur sesuai jadwal, tetap pergi ke sekolah dan beraktivitas seperti biasanya. Dan yang paling penting, jangan sampai anak-anak ikut tumbang. Ibu juga nggak boleh lelah, karena selelah apa pun ibu setelah bekerja (ibu bukan robot dengan stamina yang selalu prima), atau setelah mengerjakan pekerjaan rumah tangga, ada wajah-wajah mungil penuh harap yang ingin bercerita tentang kegiatannya hari itu, ingin diajak bermain, ingin dibacakan cerita sebelum tidur dan perlu dibantu mengerjakan tugas dari sekolah.  Dan terakhir, ibu...

girl crush: Alice Gao

Suka sekali sama fotografer Alica Gao. Gayanya simpel tapi chic. Kulitnya bagus. She's also super talented. And a total babe!

Halal dan Haram

Beberapa waktu yang lalu ketika saya dan keluarga berlayar (berlayar banget bahasanya) ke Sabah, saya tidak sengaja mendengar percakapan seru di antara penumpang kapal. Penumpang kapal yang pertama, seorang cici-cici berusia 40-an awal, dan yang kedua seorang pria yang sedikit lebih muda darinya. Keduanya ke Sabah untuk urusan bisnis. Si cici mau ke Tawau, si om mau ke Kota Kinabalu. Banyak hal yang mereka perbincangkan: film Madu Tiga P Ramlee yang sedang diputar di kapal (ternyata filmnya kocak sekali!), hotel-hotel dengan harga terjangkau di Tawau, perjalanan darat Tawau ke Kinabalu yang lebih menyenangkan daripada perjalanan via udara, kurs ringgit terbaru di berbagai money changer , bisnis impor ekspor ilegal yang mulai sepi sejak Ibu Mentri Susi menenggelamkan kapal-kapal asing, cuaca dan lain-lain, namun ada satu yang paling menarik bagi saya. Percakapan itu kurang lebih berlangsung seperti ini. Om: "Sepi bisnis sekarang ini, Ci. Sampai aku ambil-ambil proyek keci...

Irisan Kecil Kebahagiaan

Bahagia itu sederhana, kata orang. Hidup nikmat itu gampang. Sejak dulu saya suka membuat list hal-hal yang membuat saya senang, hal-hal yang pantas saya syukuri, dan semacamnya. Kadang isinya hal-hal besar, kadang juga hal kecil. Awal tahun ini, saya memutuskan untuk kembali menulis hal-hal yang membuat saya senang dan saya syukuri, my thin slices of joy , semacam gratitude journal gitu, tetapi kali ini setiap hari. Benar-benar setiap hari. Biasanya begitu saya bangun pagi, sebelum mengerjakan apa pun, atau malam hari sebelum tidur. Isinya sederhana saja. I'm thankful for a delicious lemon zest I made today. I'm thankful that my kids are bathed, fed, and now sleeping peacefully. I'm thankful that yesterday I madeit to the office on time. I really love Stitcher episode today. Hal-hal paling random, hal-hal yang sebelumnya tidak saya tulis ke dalam gratitude journal karena terlalu remeh temeh. Ada yang bilang bahwa momen-momen dan hal-hal yang sederh...