Skip to main content

tahun kesekian

Kata orang, selembar foto bisa bicara lebih banyak daripada seribu kata.
Hari ini aku memandangi ratusan fotomu dan aku di layar komputerku, mengingat masa-masa ketika foto-foto itu terjepret. Ratusan kali akhir pekan, puluhan liburan long weekend dan cuti bersama yang kita habiskan bersama. Kota-kota dan pulau-pulau yang kita datangi, lorong-lorong jalan yang pernah menyaksikan kita berjalan di atasnya, bergandeng tangan.
Hari ini, beberapa tahun yang lalu (biarlah nominalnya rahasia agar orang-orang penasaran) kita memutuskan menjadi teman seperjalanan. Dan sejak hari itu, sudah sering kita menapaki jalanan terjal, turunan dan tanjakan, kelok-kelok kehidupan, tersesat, berdebat tentang arah mana yang harus diambil. Bertahun sudah kita berjalan beriring, saling menguatkan, bertukar beban di pundak, beristirahat ketika memang harus. 
Perjalanan kita tanpa peta, tanpa rencana, pun tak pasti apakah esok kita masih berjalan bersama. Namun dengan siapa pun aku menghabiskan sisa perjalananku nanti, perjalananku denganmu akan tetap seindah seperti saat aku mengenangnya sekarang.
I love you.

Comments

  1. weisss....lg mengenang seseorg rupanya :P

    aq juga suka foto :) merekam setiap kenangan :)
    nice post aniway :)

    ReplyDelete
  2. Gloria : bukan mengenang sih glo, ini lg anniversary ceritanya, ahahahahahaha... thanks yah... semoga bisa seawet glo n ranger merahnya

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Lekas Sembuh, Bumiku

Ada banyak hal yang memenuhi pikiran setiap orang saat ini, yang sebagian besarnya mungkin ketakutan. Akan virus, akan perekonomian yang terjun bebas, akan harga saham, akan  ketidakpastian akankah besok masih punya pekerjaan. Ada banyak kekuatiran, juga harapan. Ada jutaan perasaan yang sebagian besarnya tak bisa diungkapkan. Tanpa melupakan bahwa kita tak hanya cukup merasa prihatin namun harus mengulurkan tangan kepada mereka yang membutuhkan, marilah kita mensyukuri apa yang masih kita miliki. Setiap detik kehidupan yang masih diberikan kepada kita, atap untuk berteduh, rumah tempat kita bernaung, makanan, udara yang segar, dan keluarga tercinta yang sehat.

Tahun untuk Berjuang

Saya tidak bermaksud membuat blog ini menjadi kumpulan essay galau, apalagi di awal tahun dan awal dekade yang semestinya disambut dengan penuh semangat. Tapi mungkin tahun ini memang saya mengalami krisis usia 30-an. Mungkin juga usia 30 adalah usia mendewasa yang sebenarnya sehingga banyak hal yang mendadak tersangkut di pikiran. Dan mungkin juga tahun ini memang dibuka dengan berbagai duka yang belum selesai dari tahun lalu. Seorang kerabat dekat yang sangat saya sayangi divonis dengan penyakit yang cukup serius tahun lalu, dan tahun ini kami semua berjuang untuk kesembuhannya. Sangat sulit untuk tetap berpikiran positif di saat ketidakpastian yang mencekam ada di depan mata. Selain satu hal ini, ada beberapa hal lain dalam hidup kami yang sedang tidak beres, seakan semesta kami mulai runtuh sedikit-sedikit, dan jiwa saya lumat perlahan-lahan di dalam pusaran masalah yang tak henti. Saya berkali-kali mencoba mengingatkan diri bahwa saya harus tetap berusaha untuk tid...

Bertambah Satu Tahun Usiamu, Bahagialah Kamu...

Sejak usia saya mendekati 30 tahun, menjelang saat berulang tahun selalu menjadi momen untuk menengok target yang selalu rajin saya tulis setiap tahun sejak awal usia 20an. Ingin mencapai ini dan itu, ingin begini begitu. Setiap mau ulang tahun saya juga melihat kembali target jangka panjang saya setiap dekade: before 30, before 40 dan seterusnya. Meskipun target before 40 saya baru saya susun tiga tahun lalu menjelang pergantian usia kepala tiga, tahun ini saya menatapnya kembali dan banyak hal di dalamnya yang sudah tidak terlalu relevan. Banyak hal dalam daftar itu yang tidak lagi saya inginkan. Ada beberapa yang ketika itu nampak besar dan penting namun sekarang tidak lagi. Alangkah anehnya hidup, waktu yang tiga tahun saja bisa mengubah sedemikian banyak hal. Hidup memang selalu berubah dan selalu mengalir. Banyak hal yang tidak kita rencanakan dan tidak kita antisipasi. Semesta menyiapkan kejutan di setiap tikungan jalan dan kita hanya bisa menerimanya sebaik mungk...